Data Pribadi
Nama lengkap : Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P., Ph.D.
Lahir : 7 Mei 1969, Kuningan, Jawa Barat.
Orang tua : Ayah Rasyid Baswedan, Ibu Prof. Dr. Aliyah Rasyid Baswedan.
Kakek : Abdurrahman Baswedan, pejuang kemerdekaan dan pahlawan nasional.
Istri: Fery Farhati Ganis, menikah 1996.
Anak : 4 orang, Mutiara Annisa, Mikail Azizi, Kaisar Hakam, Ismail Hakim
Agama : Islam
2. Pendidikan.
– TK Masjid Syuhada, Yogyakarta;
– SD Laboratori Yogyakarta; – SD Negeri 5 Yogyakarta;
– SMP Negeri 5 Yogyakarta; – SMA Negeri 2 Yogyakarta;
– S1 Ekonomi, Universitas Gadjah Mada;
– S2 Kebijakan Publik University of Maryland, AS;
– S3 Kebijakan Publik, Northern Illinois University, AS.
3. Jejak Kepemimpinan & Karier.
– Masa sekolah: Ketua OSIS SMA;
– Ketua OSIS se-Indonesia tahun 1985;
– Kuliah: Ketua Senat Mahasiswa UGM 1992;
– 2007-2015: Rektor Universitas Paramadina (rektor termuda di Indonesia/ saat itu umur 38 tahun);
– 2014-2016*l: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ; (Kabinet Kerja Jokowi);
– 2017-2022 : Gubernur DKI Jakarta ke-19 (wakil Sandiaga Uno lalu Ahmad Riza Patria);
– 2019-2022: Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia;
– Pendiri: Gerakan Indonesia Mengajar, Turun Tangan.
4. Ciri khas.
Dikenal sebagai akademisi, aktivis pendidikan, dan punya latar keluarga pejuang.
Sejak kecil aktif di organisasi, pernah pertukaran pelajar AFS 1 tahun di Milwaukee, AS.
Waktu jadi Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 bareng Sandiaga Uno lalu Riza Patria, Anies Baswedan punya beberapa program unggulan dan capaian utama.
Program Kerja Unggulan.
1. Penataan Kampung & Permukiman;
– Program Kampung Iklim dan Penataan Kampung: Revitalisasi kampung-kampung padat seperti; Kampung Akuarium, Kampung Muka, Aquarium Kosambi. Dibangun rumah susun tapak dan ruang publik baru;
– Rumah DP 0 Rupiah: Skema KPR subsidi buat warga berpenghasilan rendah beli rumah susun dengan DP 0%. Targetnya 233 ribu unit, yang terealisasi sekitar 14 ribu unit sampai 2022;
2. Transportasi & Ruang Publik;
– JakLingko: Integrasi sistem bayar dan rute Transjakarta, MRT, LRT, Mikrotrans, jadi satu kartu/sistem tarif;
– Jalur sepeda: Pembangunan 103 km jalur sepeda permanen di 2020-2022. Jakarta dapat penghargaan “Cycling City” dari ITDP;
– Revitalisasi trotoar: Lebarin dan rapikan trotoar di Sudirman, Thamrin, dan kawasan lain;
– Ruang Terbuka Publik: Bangun taman-taman baru kayak Taman Maju Bersama di tiap kelurahan, total 200+ taman baru.
3. Pendidikan & Sosial.
– Kartu Jakarta Pintar Plus KJP Plus: Perluasan cakupan bantuan pendidikan dari SD sampai SMA dan sekolah kedinasan;
– Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul KJMU*: Beasiswa buat mahasiswa DKI kuliah di PTN/PTS;
– OK OCE: Program wirausaha untuk buka 200 ribu wirausaha baru lewat pelatihan dan akses modal;
4. Penanganan Banjir & Lingkungan;
– Naturalisasi sungai: Ganti konsep “betonisasi” jadi normalisasi yang lebih ramah lingkungan, contoh di Kali Pesanggraha;
– Sumur resapan: Bangun 75 ribu sumur resapan 2020-2022 buat mengurangi genangan;
– Penutupan TPS liar dan perbaikan pengelolaan sampah.
Prestasi & Penghargaan:
– Jakarta juara umum PON 2021 di Papua;
– Penghargaan Sustainable Transport Award 2021 dari ITDP untuk pengembangan transportasi publik dan jalur sepeda;
– Anugerah Adipura Kencana 2022 buat kebersihan kota;
– Peringkat Jakarta naik di Indeks Kota Pintar versi IESE.
Kita bedah Program Rumah DP 0 Rupiah ni program paling kontroversial sekaligus paling diingat dari era Anies.
Tujuan awalnya:
Memberikan warga Jakarta berpenghasilan rendah sampai menengah bawah bisa beli rumah susun tanpa harus nyiapin uang muka.
Target Anies waktu kampanye 2017: membangun 233 ribu unit rumah DP 0 sampai 2022.
Bagaimana skemanya:
1. Siapa yang bisa beli: Warga DKI KTP, penghasilan max Rp7 juta/ bulan buat single, Rp14 juta/bulan buat suami-istri. Tidak boleh memiliki rumah lain;
2. Rumahnya: Rusun tipe 36, cicilan 20 tahun lewat Bank DKI;
3. DP 0: Pemerintah DKI tidak membayar DP, tapi bikin skema KPR khusus di Bank DKI.
Jadi DP-nya ditanggung lewat skema pembiayaan, bukan gratis.
4. Cicilan: Mulai Rp1,8 juta/bulan buat tipe 36.
Capaian 2017-2022 :
– Unit yang dibangun dan diserahterimakan: sekitar 14 ribu unit sampai Oktober 2022. Jauh dari target 233 ribu;
– Lokasi utama: Nuansa Pondok Kelapa, Sentra Timur, Cilangkap, Rorotan;
– Harganya sekitar Rp300-400 juta/unit;
Kenapa targetnya meleset :
1. Lahan mahal dan terbatas: Susah mencari tanah di Jakarta buat bangun 200 ribu unit.
2. Skema pembiayaan ribet: Banyak warga gagal lolos verifikasi BI Checking atau penghasilannya nggak masuk kriteria.
3. Harga cicilan masih berat: Rp1,8 juta/bulan buat UMR Jakarta waktu itu masih kerasa, jadi peminatnya tidak sebanyak bayangan.
4. Politik: Program ini jadi bahan serang oposisi, dianggap nggak realistis.
Hasilnya: Meski target nggak tercapai, program ini beneran ada dan beberapa ribu warga udah menempati rumah.
Setelah Anies lengser, Pemprov DKI ganti nama jadi “Rusun Niaga” dan skemanya disesuaikan.
Intinya : idenya bagus buat jawab masalah mahal + DP tinggi di Jakarta, tapi eksekusi di lapangan ketabrak realita lahan, biaya, dan kelayakan kredit warga.[Redaksi]
Berbagai Sumber







