HUT DPD IWO-I Kota Bekasi. Ketum IWO-I berikan Sambutan Umum: Seluruh Anggota Harus Memahami tentang KEJ, Hak dan Kewajiban

Cianjur [Jabar] botvkalimayanews.com||Kegiatan HUT DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia ke 3 yang dikemas dengan pelatihan Jurnalistik dengan tema “Antara Pena dan Hukum” pada Sabtu, (23/08/2025) mendapat apresiasi oleh Ketua Umum IWO-I, Icang Rahardian, SM.MH.

Dalam kegiatan tersebut, ketum IWO-I turut memberikan pembekalan sebagai salah satu Nara sumber.

Dalam sambutan umumnya kepada para peserta yang juga diikuti secara during ini, Icang menyampaikan bahwa tentang pers ini sudah cukup lumayan membawa angin segar bagi keberadaan Pers.

“Buat kita semua, tentunya dalam kondisi media yang masih cukup baik Media online atau media lainnya, wartawan-wartawan online yang masih mencari format, ini tentunya akan membawa
Satu angin segar, dimana
Kolaborasi Kode Etik Jurnalistik (KEJ), hak dan kewajiban jurnalis
terkolaborasi.

Menurunya, dengan adanya undang-undang, kegiatan-kegiatan semacam ini, yang dilakukan oleh para sahabat IWO Indonesia Kota Bekasi ini memulai hal-hal dimana para sahabat pelan-pelan memahami tentang undang-undang pers, lalu memahami tentang Kode Etik Jurnalistik.

“Para sahabat dapat memahami tentang hak dan kewajiban jurnalis, dan banyak hal, misalkan
Para sahabat yang hari ini dilakukan pemanggilan-pemanggilan oleh penegak hukum terkait dengan dengan tulisannya. Nah ini pula
yang menjadi tantangan buat kita semua,” ujarnya.

“Saya tidak terlalu panjang lebar, para sahabat kalau terkait dengan undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers ini, saya yakin para sahabat sudah sangat paham, saya yakin para sahabat sudah sangat mengerti.
Namun implementasi dari undang-undang pers ini, yang memang menjadi fondasi kita, ini kadang menjadi tantangan buat kita semua, di saat kita melakukan pekerjaan sebagai seorang jurnalis. Contoh, peliputan-peliputan di tempat-tempat yang memang menjadi daerah rawan seperti konflik, adanya perseteruan, lalu sengketa lahan,” tambahnya.

Icang berharap kepada seluruh wartawan, khususnya seluruh anggota yang bernaung di organisasi IWO Indonesia agar harus benar-benar memahami kode etiknya.

“Nah ini harus dipahami dengan betul kode etiknya, yang paling utama adalah para sahabat semua harus memahami medan dulu, medan di mana tempat teman-teman melakukan pekerjaan. Begitu besar tantangan bagi kita semua, di saat jurnalis tidak memahami, dan di mana para sahabat bekerja,” tegasnya lagi.

Seperti yang dicontohkan Icang, contoh misalkan tentang pasal pada undang-undang dan tantangan yang ada.

“Undang-undang yang paling sekali pada Pasal-pasal, dan yang paling sekali menjadi tantangan adalah pasal-pasal undang-undang ITE, ini selalu menjadi umpan balik buat kita semua.”

“Nah, ini pun para sahabat harus menjadi pemahaman buat kita semua, jangan sampai para sahabat terjebak,” sambungnya.

Pemahaman yang disampaikan Icang kepada seluruh anggota dicontohkannya pada beberapa kasus yang telah diselesaikan oleh IWO Indonesia.

“Ada beberapa daerah yang baru saja selesai kita tangani perkaranya, salah satunya adalah di Prabumuli, ya, gara-gara uang 1 juta rupiah, itu masalahnya panjang, persidangannya berjilid-jilid, pertempurannya berjilid-jilid dengan jaksa,” paparnya.

Hal ini menurutnya lagi, menjadi satu pembelajaran buat semua, agar jangan sampai belum memahami tentang bagaimana kondisi yang ada di lapangan, bagaimana belum memahami tentang kondisi medan pertempuran, semua jalan sendiri tanpa koordinasi ke wilayah, orang lain disalib, ditegaskannya bahwa ini jadi persoalannya.

Dari hal yang dipaparkan Icang, maksud utamanya tak lain adalah harus mengerti bagaimana fungsi daripada koordinasi dan informasi.

“Jadi para sahabat
Baru mendapatkan informasi yang hanya sebatas informasi, tidak dilakukan pendalaman. Jadi menurut saya, informasi ini belum matang, informasi masih mentah.” Imbuhnya.

Fungsi informasi itu menurut Icang adalah untuk menyampaikan berita dan peristiwa terkini kepada publik.

“Jadi konsumsi itu kita berikan kepada publik, namun kita si penyaji harus memahami dulu persoalan yang memang kita akan sampaikan kepada publik.
Lalu, apa fungsinya para sahabat yang menjadi fungsi belajar atau fungsi pendidikan?

Menurutnya, sebelum memberikan informasi harus memahami, dan memahami itu tentunya para sahabat harus mempunyai basic yang kompeten.

“Jadi kembali kepada uraian yang saya ingin sampaikan adalah, pertama sekali para sahabat sekalian. bahwa IWO Indonesia ini didirikan atas tiga keinginan dan tiga tujuan.

Tujuan yang pertama adalah Mendidik. Yang ini hari sudah dilakukan oleh teman-teman DPD Kota Bekasi, yakni melakukan pendidikan.

Setelah melakukan pendidikan, kita akan melakukan pembinaan.

Pembinaan inilah yang paling penting, dilakukan pembinaan terhadap para sahabat IWO Indonesia, baik yang sudah bergabung lama ataupun yang memang baru bergabung. Kita lakukan.

“Kita lakukan pembinaan, ya tidak hanya para sahabat direkrut, setelah direkrut orang dilepaskan. Nah ini jangan dilakukan, jadi orang setelah dididik lalu dibina, yang membina itu para pengurus DPD, memposisikan dirinya, ya sebagai pengurus yang menempatkan para pewarta atau anggotanya, baik di dinas, instansi pemerintah maupun swasta,” jelasnya.

Icang menjelaskan, bahwa membangun Network atau jaringan kerja sangatlah perlu.

“Dinas yang ada di wilayah dan daerah masing-masing atau di sekitarnya, ataupun kepada daerah-daerah yang memang dianggap perlu dibangun satu network atau satu jaringan teman-teman DPD IWO-I,” tambahnya.

Pembinaan bukan hanya sekedar orang diberikan tugas, namun diajarkan bagaimana mereka bisa bermitra dengan dinas ataupun dengan swasta.

“Nah yang ketiga, tugas IWO Indonesia adalah Membela, pembelaan ini adalah bukan saja menjadi tanggung DPP, tetapi juga menjadi tanggungjawab; seluruh pengurus di wilayah maupun daerah. Seperti yang pernah dilakukan oleh DPP,” pungkasnya.

Untuk itu, Icang berharap, agar seluruh pengurus dan anggota IWO Indonesia baik di wilayah maupun daerah agar melakukan 3 hal tersebut, Mendidik, Membina dan Membela bukan saya dikalangan sendiri tetapi kepada yang membutuhkan, karena seperti yang beliau tegaskan, sebaik-baiknya orang adalah bermanfaat bagi orang lain.

Selain pelatihan, rangkaian acara HUT DPD IWO-I kota Bekasi ini juga dilaksanakan Bantuan Sosial yakni pemberitan tali kasih kepada anak yatim piatu kemudian ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng dan doa [Virgo]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250