Jakarta||botvkalimayanews.com|| Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyampaikan pandangan bahwa Program Makan Bergizi Gratis memiliki tingkat kepentingan yang lebih tinggi dibandingkan dengan upaya pembukaan lapangan kerja baru.
Melansir laman repelita, pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah forum ekonomi terkemuka di Jakarta pada Kamis, (29/01/2026), yang langsung menarik perhatian publik dan menjadi bahan pembahasan.
Rachmat menjelaskan bahwa meskipun penciptaan kesempatan kerja merupakan aspek penting dalam pembangunan ekonomi, kondisi nyata di masyarakat menunjukkan adanya kebutuhan yang lebih mendesak.
Di berbagai wilayah terpencil Indonesia, masih ditemukan warga yang mengalami masalah kelaparan dan kekurangan gizi yang memerlukan penanganan segera dari pemerintah sebagai bentuk perlindungan sosial dasar.
Ia berargumen bahwa ketika kebutuhan fundamental seperti makanan bergizi belum terjamin, maka sekadar menyediakan pekerjaan tidak akan menyelesaikan akar masalah yang dihadapi masyarakat.
Pendekatan pemenuhan gizi dinilai sebagai langkah pertama yang krusial sebelum dapat mengembangkan program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dan bermakna bagi peningkatan kesejahteraan.
Menteri menekankan pentingnya fokus pemerintah pada pembangunan infrastruktur sosial yang langsung menjawab kebutuhan pokok rakyat.
Program Makan Bergizi Gratis ditempatkan dalam kerangka ini, setara dengan prioritas pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan, fasilitas kesehatan, dan pendidikan, sebagai fondasi untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif.
Rachmat Pambudy merupakan sosok akademisi dan birokrat yang lahir di Yogyakarta pada 23 Desember 1956.
Latar belakang pendidikannya dimulai dari Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, kemudian melanjutkan studi magister di bidang Komunikasi Pembangunan dan meraih gelar doktor dalam bidang Penyuluhan Pembangunan dari institusi yang sama pada tahun 1999.
Karier akademisnya ditandai dengan posisi sebagai Guru Besar Kewirausahaan di Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University serta peran sebagai dosen senior untuk mata kuliah agribisnis dan penyuluhan pembangunan. Pada tahun 1988, ia mendirikan Unit for Socio and Economic Study and Evaluation Foundation yang fokus pada kajian pembangunan sosial ekonomi.
Pengalaman di sektor pemerintahan mencakup masa tugas sebagai staf ahli di Kementerian Pertanian Republik Indonesia dari tahun 2000 hingga 2004.
Ia juga pernah memimpin Dewan Pengawas Perum Bulog pada periode 2003 sampai 2007 dan aktif dalam organisasi pertanian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia.
Saat ini, Rachmat juga menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk sejak tahun 2018. [Red]








