Tangerang [Banten] botvkalimayanews|| Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti kawasan Gelam Pabuaran, Kutajaya, Pasar Kemis, setiap perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Usai pelaksanaan Shalat Id, ratusan warga secara serentak mengikuti tradisi Ziarah Akbar, sebuah agenda tahunan yang tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga simbol kuatnya nilai sosial dan kultural masyarakat setempat.
Kegiatan ini digagas oleh tokoh lingkungan, RT Didin bersama Ketua RW 01 Nursin, didukung oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) serta para pengurus makam setempat, Ali dan Udin Bangkok.
Kolaborasi lintas elemen ini menjadikan Ziarah Akbar bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata dari kepedulian terhadap warisan spiritual dan sejarah leluhur.
Dalam pelaksanaannya, warga berjalan bersama menuju area pemakaman Gelam Pabuaran untuk mendoakan para pendahulu, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga.
Nuansa religius berpadu dengan nilai gotong royong yang masih terjaga kuat di tengah dinamika kehidupan modern.
Salah satu warga, Amir, menyampaikan harapannya agar tradisi ini tidak tergerus zaman.
“Ziarah Akbar ini bukan hanya tentang mengenang, tetapi juga mengajarkan generasi muda tentang akar sejarah dan nilai kebersamaan. Kami berharap tradisi ini terus hidup hingga anak dan cucu kami nanti,” ujarnya.
Lebih dari sekadar ritual tahunan, Ziarah Akbar di Gelam Pabuaran mencerminkan kekuatan budaya lokal yang mampu bertahan dan beradaptasi.
Di tengah arus globalisasi, tradisi ini menjadi penanda bahwa identitas dan nilai-nilai kearifan lokal tetap memiliki ruang penting dalam kehidupan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, warga Gelam Pabuaran menunjukkan bahwa Idul Fitri bukan hanya momentum kemenangan spiritual, tetapi juga sarana memperkuat ikatan sosial dan menjaga warisan leluhur agar tetap lestari sepanjang masa. [Redaksi]


