Melupakan kesalahan orang lain adalah ciri dari sifat orang orang mulia.
Karena manusia tidak ada yang lepas dari kesalahan dan dosa.
Apabila seseorang selalu memperhatikan atau mengingat tiap kesalahan orang lain, ia akan lelah dan membuat orang lain lelah.
Orang yang berakal dan cerdas adalah orang yang tidak menghitung-hitung kesalahan saudaranya, tetangganya, temannya dan keluarganya.”
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
“Sedekah hakikatnya tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambah seorang hamba karena memaafkan kecuali kemuliaan, dan tiada seorang yang rendah hati atau tawadhu karena Allah kecuali diangkat oleh Allah.”
(HR. Muslim dari Abu Hurairah Ra)
Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai orang yang memaafkan karena memberi maaf termasuk berbuat baik kepada manusia.
Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mencintai orang yang berbuat baik, sebagaimana dalam firman-Nya :
“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang.
Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
(QS. Ali Imran : 134)
Redaksi










