https://botvkalimayanews.com/indeks/

Demokrasi Kampus Mati Karena Musyawarah Hanya Menjadi Formalitas

ANGGI HANDAYANI. Mahasiswa Ilmu Hukum Universitas Pamulang PDSKU Serang

Kampus seharusnya jadi tempat paling sehat untuk berlatih Demokrasi.

Nyatanya, yang terjadi justru sebaliknya. Musyawarah yang seharusnya jadi napas demokrasi, kini hanya jadi formalitas kosong yang mematikan partisipasi mahasiswa.

Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran nilai, dimana Musyawarah yang seharusnya menjadi wadah dialog substantif, berubah menjadi sekedar prosedur administratif untuk melegitimasi keputusan yang sudah diatur sebelumnya.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait matinya demokrasi kampus dan pandangkalan makna musyawarah :

Musyawarah sebagai Formalitas: Sering kali keputusan Krusial telah diambil oleh segelintir elite organisasi atau pihak tertentu.

Intervensi dan Kepentingan Kelompok; Demokrasi kampus kerap terhambat oleh Kepentingan organisasi  atau kelompok tertentu,  yang mengesampingkan aspirasi mahasiswa umum.

Krisis Kepercayaan dan Partisipasi : Ketika musyawarah tidak lagi jujur, minat mahasiswa untuk berpartisipasi dalam Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) atau organisasi menurun, menciptakan kondisi “Mati Suri”.

Dampak yang ditimbulkan : Jika kondisi ini dibiarkan, organisasi mahasiswa kehilangan legitimasinya, berjalan tanpa arah, dan kehilangan kepercayaan dari konstituennya (mahasiswa).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *