Jakarta||botvkalimayanews.com|| Sepertinya para penasehat Presiden RI sudah mulai pasang jurus jitu dalam mencegah proses eksport import.
“Dengan cukup satu link atau satu pintu yang tidak berbelit-belit dalam proses eksport import menandakan para penasehat Haji Prabowo Subianto mulai bergerak memberikan masukan yang sangat berarti dibidang perekonomian “, ujar Profesor Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional, Ekonomi Nasional dalam siaran persnya memberikan apresiasi kepada presiden RI Cijantung Jakarta Timur (14/06/2026).
Prof Dr Sutan Nasomal Atas Nama Rakyat Indonesia Berterimakasih, dengan satu pintu Export Indonesia menelusuri kebijakan satu pintu adalah langkah tepat yang di ambil oleh Presiden RI Jendral Haji Prabowo Subianto.
Menurutnya, hal ini akan meningkatkan keamanan export guna mencegah kebocoran kekayaan Indonesia.
Sebagai pemerhati SDA Indonesia Prof Sutan Nasoma menjelaskan bahwa perlu di ketahui dan perlu lebih ketat lagi agar pemerintah membuatkan satu pintu lagi pengawasan lainnya seperti :
Perjualan energi, Penjualan hasil laut,Penjualan hasil tani, Penjualan hasil hutan,
Penjualan hasil getah, Penjulan hasil pertambangan, Penjualan hasil minyak dan Penjualan hasil perkebunan.
Ia menduga, dimana hasil kekayaan alam Indonesia telah dicuri oleh banyak oknum pemain dan perusahaan yang berada di LN melalui tangan-tangan para pejabat daerah dan pusat.
Dengan sehatnya pengawasan, ia meyakini harga jual akan lebih sehat dan menguntungkan.
Maka semua akan mengikuti secara tertib tanpa ada oknum atau pihak yang nakal.
Prof Dr Sutan Nasomal juga menyampaikan kepada media; bahwa banyak tikus yang bermain dalam alur export yang telah merasa seperti raja, dan seenaknya mengatur, untuk itu, perlu di libatkan BPK dan KPK yang meng-Update perdagangan export selama 10 tahun kebelakang. Bisa jadi, kerugian negara bisa diambil kembali.
Prof. DR. Sutan Nasimal berharap, semoga ketegasan Pak Presiden akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan Negara Indonesia.
Narasumber :
Prof. Dr. Sutan Nasomal SH, MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS








