https://botvkalimayanews.com/indeks/

Horor Antrian BBM Jadi Dilema Masyarakat

Jakarta||botvkalimayanews||Masyarakat timbul kekawatidan dibalik kenaikan harga BBM malah hadir ancaman kelangkaan BBM dipasaran sehingga antrian panjang pun mewarnai di setiap pom bensin.

Sungguh pemandangan yang tidak semestinya terjadi di negara yang kaya Sumber Daya Alam (SDA) dan hasil alamnya yang terkenal di dunia, Indonesia yang kaya akan emas nikel minyak bumi.

Disini perlu pemerintah mengantudivasi ketakutan dihati rakyatnya “, papar  Profesor Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional dalam pres rilisnya yang diterima botv (22/07/2026).

Tidak saja polemik ekonomi saat ini tetapi horor antrian BBM menjadi dilema untuk masyarakat.

Menunggu sampai satu jam atau dua jam lebih adalah hal terburuk dalam sejarah antrian membeli BBM.

Masyarakat tidak mampu membeli yang mahal maka harus lelah kehabisan tenaga dan terpanggang panasnya matahari jakarta bagi yang membawa roda dua.

Maka dampak terbesar adalah waktu indonesia telat bagi yang terjebak antrian dan bingung harus bagaimana lagi

Prof Dr Sutan Nasomal SH,M menghimbau pemerintah agar ketersediaan stok BBM tetap terjamin dan aman.

Dampak dari BBM saat ini mempengaruhi beberapa nilai harga barang yang ikut mahal menguras uang receh yang dimiliki masyarakat.

Tentu peranan pemerintah yang mampu melaksanakan pasar murah sudah di nantikan masyarakat. Guna tetap terjamin harga harga murah dan terjangkau oleh masyarakat.

Pemerintah Pusat dan Daerah di himbau membantu para lansia dan anak anak yatim agar tidak kelaparan di banyak pelosok pedesaan.

Nasib para lansia yang tidak mampu lagi bekerja produktif dan tidak berpenghasilan apapun yang sangat penting diberikan bantuan. Sama juga anak anak yatim harus di perhatikan.

Narasumber : 

Prof Sutan Nasomal SH,MH.

Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia dan Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *