Serang [Banten] botvkalimayanews.com|| Operator sekolah (Ops) adalah petugas di sekolah yang mengelola sistem informasi data pokok pendidikan (Dapodik) yang bertugas menginput, memperbarui, dan memvalidasi data siswa.
Ops dituntut menguasai teknologi informasi, teliti, serta mampu mengelola berbagai data dan aplikasi seperti Dapodik, Verifikasi dan Validasi Data Peserta Didik (Verval PD).
Namun ketidaksingkronan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada SDN 2 Ciruas Dinas Pendidikan Kabupaten Serang dengan data Base di Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk Capil) membuat orang tua murid bingung.
Pasalnya, hal ini diketahui ketika orang tua murid mengungkapkan kepada botv perihal kabar yang disampaikan oleh pihak sekolah, kepadanya kalau data anaknya di Dapodik yakni nama dan tempat lahir siswa serta nama ibu siswa berbeda di Dapodik dengan data base yang ada Dukcapil.
Diungkapkan orang tua siswa, dalam pesan WhatsApp yang di kirim oleh wali kelas kepadanya dan anaknya pada Senin, (29/12/2025) menyebutkan, agar orang tua siswa segera memperbaiki dan mengsingkronkan data base anaknya yang ada di Dukcapil, karena tidak sesuai dengan data Dapodik Sekolah, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025.
Mendapat kabar ini, orang tua siswa bingung tak tau harus berbuat apa, hingga akhirnya hari itu juga mengungkapkan hal ini ke botv.
Berbekal data berupa Kartu Keluarga, Akte Lahir siswa dan keterangan dari pihak sekolah, botv menyampaikan perihal masalah yang disampaikan oleh pihak sekolah.
Melalui petugas operator yang ada kantor Disduk Capil mengungkapkan bahwa pada data base di Dukcapil belum pernah ada perubahan apapun, dan dijelaskan kalau pihak Capil tidak bisa memperbarui.
Hal itu juga dijelaskan langsung oleh operator kepada wali kelas, adapun permintaan pihak sekolah untuk memperbaiki dan mensinkronkan dengan Dapodik tidak bisa dilakukan.
“Perbaikan dan pengsingkronan hanya dilakukan oleh lembaga yang berkepentingan, karena di pada data base kami tidak pernah ada perubahan” ujarnya menjelaskan.
Esoknya, botv bersama anggota keluarga siswa menemui kepala sekolah SDN 2 Ciruas Nining Asikah, dan menjelaskan perihal yang telah disampaikan oleh petugas operator Dukcapil.
Wali Kelas siswa, Irma Oktaviani mengungkapkan, kalau permintaan perbaiki data base yang ada di Dukcapil agar singkron dengan Dapodik sekolah adalah atas laporan operator sekolah kepadanya.
Irma menjelaskan, kalau operator sekolah sudah mencoba menginput data sesuai dengan data base Dukcapil, namun Dapodik menolak, bahkan saat dihubungi oleh Irma, hal yang sama kembali dijelaskan operator, dan operator akan mencoba untuk memperbaikinya.
Wali kelas dan Kepsek meyakini bisa diselesaikan, karena hal seperti ini pernah terjadi.
Kepala sekolah juga menyampaikan, kemungkinan ada kesalahan saat awal input data ke dapodik oleh operator yang lama, seperti yang di sampaikan operator kepada wali kelas.
Terkait permasalahan ketidaksingkronan data di Dapodik, botv menyampaikan hal ini kepada Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Serang, Janjusi, M.Pd, dan memberikan data yang ada yakni Akte Kelahiran dan KK.
Namun ternyata permasalahan data pada Dapodik sekolah masih belum Update atau diperbaiki, dan belum singkron, hal ini terungkap saat botv menemui Kabid SD di ruang kerjanya pada Kamis, (08/01/2026).
Saat botv kembali menyampaikan permasalahan yang ada, Janjusi yang didampingi stafnya diminta oleh stafnya untuk menginput NIK siswa di Dapodik agar NISN dan data siswa pada Dapodik muncul, namum saat NIK di input ternyata tidak muncul di layar note booknya.
Kemudian Kabid meminta NISN siswa pada botv, saat NISN diterima dan di input, data siswa pun muncul di Dapodik, dan Kabid mengetahui bahwa data pada Dapodik benar berbeda dengan data yang ada di Akte lahir dan KK, yakni nama siswa, nama ibu, dan tempat lahir siswa.
Janjusi awalnya mengungkapkan, ketidaksingkronan data yang ada karena KK siswa masih KK yang lama, atau tidak ber-barcode.
Walau sudah dijelaskan kalau KK sudah ber-barcide, Janjusi tetap tidak mengakui KK siswa yang ada sudah ber-barcode, dirinya bersikeras kalau barcode yang ada di KK adalah tandatangan, bukan barcode.
“Ini bukan barcode pak, ini tandatangan, kalau barcode ada di sebelah sini,” katanya seraya menunjuk bagian kiri lembar KK yang ada di layar Hpnya.
Walau sempat bersitegang akhirnya setelah diperlihatkan kepada stafnya, dan dijelaskan bahwa KK tersebut adalah KK baru, dan sudah ber-barcode.
Kepada botv, stafnya menyampaikan kalau dirinya telah menghubungi pengurus forum yang ada di kecamatan Ciruas agar ke SDN 2, dan menyampaikan penjelasan tentang hal ini ke operator.
Sebelumnya, pihak Dukcapil sudah menyampaikan ke botv dan pihak sekolah, kalau Dukcapil tidak bisa memperbaiki dan mengsingkronkan data sesuai dengan data Dapodik, namun pihak yang berkepentinganlah yang memperbarui datanya sendiri.
“Jika data base Dukcapil diperbaiki agar singkron dengan data yang ada di Dapodik bisa bubar pak data warga tersebut.” ujar pegawai Dukcapil pada botv saat dimintai penjelasannya soal masalah ini. [Agung]




