https://botvkalimayanews.com/indeks/

DPW Gerakan Kawan Hadiri Desiminasi Ketahanan Sosial Budaya Kesbangpol Banten TA 2026

H. Ahmad Subadri ajak masyarakat Banten pertahankan ketahanan sosial budaya, agar Indonesia lebih kuat dan maju

Serang [Banten] botvkalimayanews.com|| Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Kawan (GK) Provinsi Banten menghadiri acara forum dialog dan diskusi Desiminasi Ketahanan Sosial dan Budaya provinsi Banten TA. 2026 di pendopo Pompes Sulaimaniyah Putri Kp. Gomok kota Serang, Selasa (13/10/2026 forum dialog dan diskusi Desiminasi Ketahanan Sosial dan Budaya provinsi Banten TA. 2026 di pendopo Pompes Sulaimaniyah Putri Kp. Gomok kota Serang, Selasa (13/10/2026).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten melalui Kabid. Ketahanan Sosial dan Ekonomi, Drs. H. Taufikurohman, M. Si, dalam sambutan sekaligus paparannya menyampaikan,

Banten memiliki budaya dan kearifan lokal yang luar biasa, untuk itu peran para seniman dan budayawan serta sanggar seni dan budaya sangat strategis dalam mempertahankan dan membangun budaya dan kearifan lokal.

Pemateri dalam forum ini diantaranya adalah tokoh masyarakat penggiat seni budaya Banten, H. Ahmad Subadri, pengamat dan penggiat budaya lokal Banten dan mantan anggota DPD-RI dua priode dengan materi Peran penggiat budaya dalam memperkokoh ketahanan sosial dan budaya masyarakat.

Kemudian, tokoh budayawan pengamat dan penggiat seni budaya Banten, yakni Nunung Abudurrosyid Siddiq atau yang akrab dipanggil Kang Ocid, dengan Materi Ekosistem Budaya Ketahanan Sosial.

Dalam materinya, kang Ocit menyampaikan sosial budaya adalah bagian yang tak terpisahkan dari Natural dan Kultural, yang merupakan bagian dari alam semesta yang diciptakan sang pencipta.

“Manusia mengolahnya Budaya membentuknya,” ujarnya.

Kebiasaan yang dilakukan oleh manusia secara berulang, bersama-sama dan turun menurun menjadi sebuah tradisi dan budaya, dan budaya membentuknya.

Menurutnya, seni bukanlah suatu budaya, namun seni adalah bagian dari budaya.

Budaya diantaranya harus mempunyai atau memiliki nilai arti/ makna, simbol  dan fungsi sosial, punya nilai warisan atau turun temurun yang ada di masyarakat. Budaya cara manusia mengolah alam, yang Natur menjadi Kultur.

Di akhir, Kang Ocit menegaskan kepada Pemprov Banten, agar momentum atau kegiatan seperti ini jangan cuma berhenti sebagai acara seremonial.

Dia menilai, dalam hal ini, anggaran telah disediakan pemerintah, untuk itu, dia mengharapkan harus ada tindak-lanjut dan perhatian terhadap seni budaya dan tradisi ke arifan lokal, termasuk kepada para seniman, budayawan dan para penggiat seni budaya, dalam rangka menjaga dan melestarikan seni dan budaya lokal.

Sementara itu, salah satu tokoh Nasional asal Banten, H. Ahmad Subadri dalam paparanya dengan tegas mengajak bagaimana agar Banten bisa lebih maju lagi tanpa harus ada yang tergerus budaya dan kearifan lokalnya.

Menurutnya, kegiatan Dediminasi ini sebelumnya harus dilakukan pengujian, analisa-analisa dan pendataan perspektif dulu, hasilnya baru di sebarluaskan.

Dia juga mengajak masyarakat Banten untuk mempertahankan ketahanan sosial budaya, Agar Indonesia lebih kuat dan maju.

“Budaya kalau tidak dipertahannya bisa repot juga. Jangan mudah menerima informasi yang tidak benar. Budaya yang tidak patut jangan dipatutkan.” Pungkasnya tegas.

Pengurus DPW yang hadir dalam forum ini adalah Asep Saeful Husna Ketua Harian, Sekretaris, Agung Putro Suhendro, Jajrah Ketua III dan Ibnu PS Megananda Kabid Seni dan Budaya, sekaligus budayawan Banten.

Dalam kesempatan tersebut, pada sesi dialog, Ibnu PS Megananda menyampaikan keprihatinannya terhadap tergerusnya kearifan budaya bahasa lokal saat ini.

Menurutnya, budaya sudah ada sejak manusia dilahirkan.

Terkait penggunaan budaya bahasa lokal, Ibnu menegaskan, saat ini masih banyak terdapat anak-anak para generasi muda yang tidak lagi menggunakan kearifan budaya bahasa lokal yang adalah merupakan bahasa ibu nyaris tidak lagi banyak digunakan oleh anak-anak dalam pergaulan.

Untuk itu, dirinya mengajak pemerintah daerah, tokoh masyarakat, para penggiat seni dan budaya agar melakukan Desiminasi kepada masyarakat luar terutama kepada para orang tua agar membudayakan kearifan budaya bahasa lokal yang dimulai sejak dini dari lingkungan keluarga.

Para peserta yang hadir mengikuti forum ini juga berasal dari beberapa perwakilan organisasi dan komunitas budayawan, seniman dan penggiat seni budaya yang ada di provinsi Banten.

[Redaksi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *