https://botvkalimayanews.com/indeks/

GANTUNG JOKOWI & PECAT GIBRAN !!!

Oleh : Memet Hakim

Pengamat Sosial, Wanhat APIB & APP TNI

Pertemuan para aktivis di Bandung baru-baru ini diwarnai pernyataan “Gantung Jokowi” dan “Pecat Gibran”.

Hadir diantaranya beberapa tokoh bangsa lurus yang kritis, seperti Dr. Marwan Batubara, Mayjen YNI Purn. Soenarko, Brigjen TNI Purm Poernomo, Laksda TNI Sonny, Rizal Fadilah, Syafril Sofyan, Prof Anton M, emak dari ARM dan Gema Jabar serta beberapa tokoh GAUM-K dari Jabar.

Hampir seluruh peserta mendukung Prabowo untuk segera lepas dari pengaruh Genk Solo, mereka semua akan mendukung Prabowo jika mau lepas dari pengaruh cengkeraman Jokowi sang pengkhianat bangsa.

Dalam diskusi dibahas dari bukti yang ada, ternyata memang Jokowi diyakini tidak memiliki Ijazah sarjana Kehutanan UGM, banyak instasi dan kelompok terlibat menutupi kebohongan Jokowi tersebut, pada saatnya harus bertanggung jawab juga.

Usulan mediasi dari Jimly Asshiddiqie memang seharusnya ditolak, karena reputasi Jimly dirasakan tidak murni dan dan integritasnya diragukan.

Dosa-dosa besar Jokowi terlalu banyak, mulai dari pembunuhan rakyat tidak berdosa, korupsi (diakui oleh 5 mantan menteri dan 1 Dirut BUMN, OCCRP), KKN dan pelanggaran UUD 45 semua dibahas, dan hasilnya semakin meyakinkan agar segera tangkap dan diadili.

Tentang Gibran dibahas pula riwayat perburuan informasi sampai ke Australia dan surat keterangan dari Kemendikbud (Dikdasmen).

Di Australia tim RS dan anggota FDI dari Australia mengunjungi UTS Insearch, berdiskusi dengan guru UTS, teman seangkatan Gibran dan kesimpulannya bahwa surat keterangan kemendikbud yang menyatakan bahwa Gibran telah menyelesaikan pendidikan Grade-12 di UTS Insearch, Sydney, Australia, yang kemudian dianggap setara dengan lulusan SMK bidang Akuntansi dan Keuangan di Indonesia adalah tidak benar.

Tidak salah jika para aktivis poros Bandung-Jakarta ini semakin yakin bahwa baik Jokowi maupun anaknya Gibran adalah penipu semuanya, wajar jika diadili, dihukum dan dipecat dari jabatannya yang sekarang.

Yang dikawatirkan adalah sikap Prabowo yang sulit ditebak, akankah tetap membela yang salah karena pelakunya adalah Jokowi dan Gibran ? Dikuatirkan pula jika masalah ijazah palsu ini masuk ke pengadilan, Prabowo akan mengeluarkan grasi atau rehabilitasi.

Seandaikan Prabowo membela rakyat dan kebenaran seutuhnya, para aktivis tersebut akan pasang badan untuk Prabowo sepenuh hati, jika perlu jiwa dipertaruhkan.

Memang ini pertaruhan buat Prabowo, jika berpihak dan melindungi pada geng Solo tentu akan akan tetap dijauhi rakyat, atau berpihak pada rakyat akan tentu geng Solo yang disinyalir merupakan kelompok pki baru akan marah.

Seperti diketahui politik di dalam negeri sikap Prabowo masih belum jelas masih mendua, politik luar negerinya sudah berjalan dengan sangat baik.

Dari segi perekonomian, Di dalam negeri upaya Prabowo sudah memadai, seperti swasembada pangan, perang dagang minyak sawit dengan EU sudah dimenangkan oleh Indonesia, dibidang militer TNI telah berkembang dan bermartabat, penertiban di bidang perkebunan dan pertambangan sedang berjalan.

TNI akan kuat juga mendapat dukungan dari rakyat, rakyat juga akan kuat jika mendapat dukungan dari TNI, TNI dan rakyat adalah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Menteri yang bekerja dengan baik untuk kepentingan rakyat memang hanya beberapa saja yang muncul, seperti Menhan, Menlu, Menkeu, Mentan, Panglima TNI, tetapi Menteri lainnya tidak dirasakan kiprahnya malah terkesan slowdon dan memiliki agenda masing-masing.

Yang mengerikan, umur Prabowo yang sudah tidak muda lagi, kondisi kesehatannya tidak sekuat saat muda, seandainya Prabowo berhalangan tetap atau dihentikan geng Solo ditengah jalan, Indonesia akan dipimpin oleh seorang bocah yang cacat politik, cacat pendidikan, cacat etika, cacat orientasi  dan cacat integritas.

Walau geng Solo itu tidak besar tetapi mereka itu tidak memiliki etika dan malu, sehingga mampu berbuat apa saja yang penting menjadi Presiden.

Kepemimpinan boneka akan terjadi lagi seperti kepemimpinan bapaknya. Upaya Prabowo yang sudah baik dan terarah ini ini akan kembali ke titik nol bahkan minus seandainya itu terjadi.

Nah menyiapkan payung sebelum hujan, merupakan langkah tepat, rakyat menunggu.

Bandung, 27 November 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *