
Serang [Banten] botvkalimayanews.com|| Program Ketahanan Pangan (Ketapang) Dana Desa adalah program prioritas penggunaan Dana Desa (minimal 20%) untuk memperkuat kemandirian pangan desa melalui berbagai kegiatan.
Kegiatan tersebut seperti pengembangan pertanian, perikanan, dan peternakan lokal, pengelolaan pangan berbasis potensi lokal, serta penguatan cadangan pangan.
Pelaksanaannya melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) untuk meningkatkan kesejahteraan dan membuka lapangan kerja
Namun program BUMDes yang ada di Desa Citaman, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang bidang perikanan dikabarkan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Warga mempertanyakan realisasi anggaran sebesar Rp.180 juta yang diperuntukkan untuk perikanan (Bioplok).
Kondisi berbeda yang terjadi di Desa Citaman diungkapkan sumber botv di sana, bahwa program Bioplok dengan Pagu Anggaran sebesar Rp180 juta pada tahun 2025 diduga tidak berjalan.
Dengan besarnya anggaran ini dia menduga program tidak dijalankan, padahal tempat sudah dibuat, namun kenapa tidak dijalankan ? “Kan sayang hanya buang anggaran saja,” ungkap sumber botv. Sabtu, (03/01/2026).
“Bumdes di desa kami Citaman bergerak di bidang perikanan, lahannya yang digunakan asset milik Pemkab Serang, sedangkan anggarannya fantastis bang, 180 jutaan, tapi sampai sekarang kolam yang ada gk di isi bibit ikan. Coba kalau di isi bibit ikan sekarang sudah panen,” bebernya lagi.
Sebagaimana diatur dalam Kepmendes dan PDTT Nomor 3 Tahun 2025 tentang Panduan Penggunaan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan.
Disebut-sebut minimnya keterlibatan warga dalam pengelolaan BUMDes yang nota bene menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warganya juga dikeluhkan warga desa.
“Kami selaku warga setempat tidak ada yang dilibatkan, hanya mereka saja pengurusnya, Ketua, Sekretaris dan Bendaharanya. Alokasinya ada dibelakang kantor desa dan sudah ditumbuhi rumput dan ilalang,” keluhnya.
Disinggung soal ini, Udin Radiam, Kepala Desa Citaman saat ditemui botv diruang kerjanya Rabu, (31/12/2025) mengaku akan segera merevisi kepengurusan BUMdes kalau yang sekarang tidak bisa menjalankan BUMDes.
Secara prinsip, BUMDes dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui optimalisasi potensi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta menumbuhkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Pengelolaan dan pertanggung jawaban anggaran berada di tangan pengurus BUMDes, terutama Direktur dan Bendahara, yang harus diputuskan melalui Musyawarah Desa
Keberadaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memiliki fungsi pengawasan dan kepala desa berperan sebagai penasihat serta koordinator.
Sementara itu sumber botv di BPD Citaman mengaku pihaknya telah beberapa kali memberikan teguran secara lisan, bahkan teguran resmi melalui surat terkait temuan yang ada.
Namun Direktur BUMDes sampai saat ini bungkam seperti enggan merespon, bahkan tidak bisa dihubungi dan sulit ditemui untuk meminta penjelasan. hingga saat ini Direktur belum dapat dihubungi.
Upaya konfirmasi ke Direktur yang tak kunjung mendapat respons yang dilakukan pihak oleh BPD berakhir saat ke kantor BUMDes.
Pasalnya, kantor BUMDes yang yang sebelumnya dikontrak saat ini telah menjadi warung nasi, sementara sumber mengakui belum mengetahui kantor BUMDes yang baru.

Sebelumnya, mencuat berita terkait penyaluran BLT DD, di akui Kades kepada awak media, bahwa penyaluran BLT DD telah di salurkan ke KPM, namun setelah di lakukan cross check ternyata dibantah oleh warga KPM, diungkapkan bahwa beberapa warga KPM masih belum ada yang menerima BLT DD
Namun esoknya, pada Rabu (31/12/2026) menjelang mahgrib, bersama anaknya dab bendahara, tanpa didampingi Bhabinkamtibmas atau Babinsa penyaluran BLT DD dilakukan oleh Kades, dan berdasarkan dokemantasi, penyaluran diberikan kepada 15 orang KPM.
Diduga penyaluran BLT DD kepada KPM dilakukan karena adanya pemberitaan di beberapa media.
“Seperti Robin Hood dan serangan Fajar aja pak,” celetuk sumber awak media.
Rangkaian dugaan penyimpangan Dana Desa tak berhenti sampai disini, penyaluran Dana bagi kader Posyandu yang bersumber dari dana desa ini diduga masih belum juga di berikan, namun sudah diserap.
Penulis : Suprani
Editor : Agung
IWO-I Kabser








