https://botvkalimayanews.com/indeks/

PERANG DI MASA DEPAN

Oleh : MEMET HAKIM
[Pengamat Sosial, Wanhat APIB & APP TNI]

Perang di masa depan di prediksi akan terus terjadi, akibat ulah beberapa pemimpin yang merasa kuat, serakah dan ingin memaksakan kehendaknya.

Umumnya negara-negara tersebut ingin menguasai “sumber daya alam” dan “potensi ekonomi” negara lainnya. PBB diperkirakan tidak berfungsi sesuai harapan, Amerika merupakan negara yang paling dominan melemahkan fungsi PBB karena merasa memiliki hak veto dan merasa paling kuat kuat.

Pelajaran yang dapat kita ambil adalah perang di negara Teluk di Timur Tengah terjadi akibat pemimpinnya serakah, sombong dan memaksakan kehendak.

Negara Israel dan negara bonekanya Amerika Serikat terlihat tidak berdaya menghadapi Iran, yang berdiri tegak tidak mau mengikuti kehendak negara lawannya.

Aliansi keamanan seperti NATO menjadi tidak berfungsi, hanya negara-negara lemah tetapi kaya yang ingin dilindungi negara kuat.

Perang ini selalu terjadi sejak jaman kuno, akan tetapi perkembangan sangat pesat setelah ditemukannya mesiu pada abad ke 9 dan digunakannya pesawat terbang sebagai alat perang pada awal abad ke 20 oleh Italia.

Perkembangan perang dapat dibagi ke dalam 5 periode sbb :

Perang Ukraina vs Rusia, Palestina vs Israel, America Serikat & Israel vs Iran memperlihatkan bagaimana pentingnya peluru kendali ini.

Perang jarak jauh ternyata sangat efektif dan efisien, ketepatan sasaran peluru semakin akurat, teknologi elektronika memang sudah sedemikian jauh berkembang.

Bahkan “jammer” alat elektronika nirkabel untuk mengganggu dan memblokir sinyal sudah sedemikian canggihnya dapat mengacaukan radar, memblok kawasan udara, sehingga sasaran menjadi tidak focus atau tidak berfungsi.

Bukan tidak mungkin negara Iran yang begitu jauh jaraknya dengan Amerika Serikat dapat mengirim rudalnya ke Washington DC atau ke Pentagon di Virginia.

Barangkali kemungkinan seperti ini tidak pernah terpikir oleh Amerika Serikat sekalipun. Secara logika jika terjadi PD ke-3, sangat mudah rudah ditembakkan dari Rusia, China, Korea Utara dan Kuba atau dari Bermuda.

Tidak ada yang tidak mungkin sekarang ini dengan teknologi yang telah begitu rupa berkembang.

Menembakkan rudal ke pesawat terbang yang sedang bermanuver saja bisa dilakukan, apalagi menghancurkan kapal laut yang berjalan dengan kecepatan lambat.

Apalagi jika satelitnya yang dihancurkan atau posisinya diubah, niscaya perang elektronik bisa kacau, demikian juga komunikasi lewat kabel diputuskan, maka dunia akan kembali ke perang konvensional, perang jarak walau mesiu masih digunakan.

Pada dasarnya perang elektronika ini dapat menghancurkan seluruh system komunikasi berbasis elektronika nirkabel atau gelombang radio.

Bayangkan jika seluruh satelit hancur, sambungan komunikasi, radar, peluru kendali, pesawat bahkan kapal laut pun harus terhenti, semua kembali ke manual, kompas, matahari dan isyarat bintang.

Kabel optic yang ditanam di dasar laut akan menjadi rawan untuk dihancurkan, pada intinya perang dimasa depan akan menghancurkan sumber daya komunikasi dan Kembali ke perang jarak dekat ada ketrampilan, Teknik dan kesaktian.

Semoga ulasan ini ada manfaatnya.

Bandung, 15 April 2026

[Redaksi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *