https://botvkalimayanews.com/indeks/
PEMDA  

Penataan dan penertiban PK5 Pasar Kalimbu Kota Makasar Tuai Aksi protes

Makassar [Sulsel] botvkalimanews.com|| Pasar Kalimbu merupakan salah satu pasar tradisional legendaris di Kota Makassar yang terkenal sebagai pusat sayur-mayur segar dan rempah-rempah murah.

Pasar ini berlokasi di Jalan Veteran Utara Wajo Baru, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Para pedagang Kaki Lima (PK5) yang berjualan di sekitar pasar Kalimbu Jalan Veteran Utara kota Makasar melakukan aksi demo sebagai bentuk penolakan rencana Pemerintah merelokasi PK5  ke terminal

Mallengkeri Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Jumat, (22 /05/2026) Pukul 01.15 dini hari.

Rencana pemerintah merelokasi PK5 di nilai gagal, diduga karena kurangnya kesiapan dan koordinasi  pemerintah dengan pihak tertentu, apalagi jumlah massa yang tergabung dalam Aliansi PK5 jumlahnya banyak, mereka melakukan aksi perlawanan demi mempertahankan lahan dagang yang sudah puluhan tahun mereka tempati.

Sejumlah PK5 melakukan Long Mars, berjalan kaki sambil  membentangkan spanduk  bertuliskan “Kami Aliansi PK5 Menolak Relokasi” sambil meneriakkan kata-kata  “jangan tindas rakyat kecil”, dan “kami hanya cari rezeki halal untuk keluarga”.

Bahkan salah satu PK5 yang berorasi  menggunakan pengeras suara  meneriakkan “mana Pak LPM, Lurah, dan Camat”,  sepertinya mereka berharap ketiganya hadir dan bisa berdiskusi, bersyukur karena Lurah Gaddong di dampingi RT/RW dan Linmasnya serta Binmas Gaddong berada di lokasi melakukan himbauan dan pelarangan menjual ke PK5, sempat terjadi perdebatan dengan  beberapa PK5 tapi ibu lurah dengan sikap tenang mampu memberikan pemahaman yang logis sesuai peraturan yg berlaku.

Sementara petugas keamanan dari Polsek Bontoala dan Koramil sibuk mengarahkan  dan menenangkan para PK5 yang berkumpul di perempatan Jl Gunung Bawakaraeng dan Veteran Utara, sehingga mengganggu arus  lalu lintas.

Petugas Polsek Bontoala, Binmas Kelurahan Wajo Baru, Aiptu Wiwin Nur  mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan semua pihak.

“Kami juga menghimbau kepada PK5 silahkan protes dan berorasi tapi jangan sampai melampaui batas, membakar atau melakukan  pengrusakan karena kami akan tindaki jika ada oknum yang melakukan perbuatan anarkis,”tegasnya”.

Lurah Gaddong,  Rahmawaty Mattayang yang di temui di lokasi mengaku, himbauan ini sudah di sampaikan jauh hari sebelumnya secara persuasif bahkan sudah memberikan SP ke para PK5 sampai 3 (tiga) kali.

“Artinya dengan segala pertimbangan kami menginginkan  penertiban dan penataan ini berjalan dengan baik dan lancar,”ungkapnya”.

Ia juga menyampaikan rencana pemerintah  untuk merelokasi ke terminal Malengkeri sudah sesuai prosedur, pemerintah sudah memfasilitasi dan sudah melakukan pembenahan lokasi terminal Malengkeri agar layak di tempati untuk berjualan, karena ini  arahan dan perintah  langsung dari Bapak Walikota Makassar melalui SK yang di tanda tangani oleh  Sekda Kota Makassar.

“Pemerintah melakukan penertiban dan penataan  ini demi untuk kebaikan semua agar Kota Makassar  yang kita cintai ini lebih bersih, nyaman, tidak sembrawut, dan tidak macet,”imbuhnya”.

Sementara itu, dari pihak Aliansi PK5, mengaku selalu mendukung program pemerintah.

“Kami selalu mendukung program pemerintah, namun kali ini kami menolak keras untuk di relokasi, karena sangat tidak sesuai dengan harapan PK5. Jujur kami menolak karena  pilihannya hanya ada kerugian di pihak kami, lalu siapa yang mau bertanggung jawab kalau kami rugi terus, mungkin kami masih bisa mempertimbangkan jika kemungkinannya adalah untung dan rugi,”tegasnya”.

“Kami hanya butuh pembeli agar jualan kami bisa laku dan untung, sementara  di lokasi terminal Malengkeri itu sepi pembeli, pastilah kami rugi,” ungkapnya.

“Semoga pemerintah bisa lebih bijak menyikapi hal ini agar kami bisa ruang dan waktu, alasannya jelas karena kami masih banyak tanggungan yg harus kami selesaikan, belum lagi biaya hidup kami sehari-hari.” keluhnya.

Di lokasi lain, dengan waktu yang sama di Jl. Gunung Bawakaraeng  Operasi Gabungan di lakukan oleh Pemerintah kecamatan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan PD Pasar raya  melakukan  sweeping guna menghalau mobil pick up  yang membawa barang dagangan dari daerah menuju Jl. Veteran Utara.

Kegiatan penertiban dan penataan ini berlangsung kurang lebih 3 (tiga) jam lamanya, para petugas yang tergabung  dalam Operasi Gabungan perlahan-lahan membubarkan diri, meninggalkan lokasi Jl. Gunung Bawakaraeng.

Bersamaan dengan itu, para PK5 yang berada di Jl. Veteran Utara mulai menggelar dagangannya dan kembali berjualan seperti biasa.

Banyak pendapat di masyarakat mengatakan bahwa kegiatan ini tidak maksimal dan hanya membuang-buang waktu saja, tidak ada pengaruhnya karena PK5 masih bisa berjualan kembali, padahal banyak yang berharap lain.

Sepertinya Pemerintah harus duduk bersama kembali untuk membahas dan mempersiapkan segala sesuatunya yang lebih baik dan matang jika ingin  kegiatan penertiban ini di lanjutkan. [Red01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *