https://botvkalimayanews.com/indeks/

Ditintekam Polda Banten Gelar Diskusi Publik Penguatan Kapasitas Intelijen Antisipasi Dinamika Kamtibmas di Era Digital 

Serang [Banten] botvkalimayanews.com||Kepolisian Daerah (Polda) Banten melalui Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) menyelenggarakan kegiatan Diskusi Publik di Ball Room salah satu hotel di kota Serang, Selasa (07/07/2026).

Kegiatan tersebut mengusung Tema “Penguatan Kapasitas Intelijen dalam Mengantisipasi Dinamika Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Era Digital di Provinsi Banten Tahun 2026”.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wadir Intelijen Keamanan Polda Banten, AKBP Andre Anas dihadiri oleh perwakilan unsur Forkopimda Provinsi Banten, aktivis buruh, akademisi dari, pemuka agama, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi kemasyarakatan, insan pers, serta praktisi teknologi dan keamanan siber dari perwakilan kabupaten kota yang ada di propinsi Banten.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh perkembangan pesat teknologi informasi yang membawa perubahan besar pada pola interaksi masyarakat, sekaligus memunculkan bentuk-bentuk baru tantangan keamanan: penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, polarisasi sosial, kejahatan siber, hingga gerakan radikalisme yang memanfaatkan ruang digital.

“Era digital mengubah cara ancaman keamanan muncul dan berkembang. Informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu kerusuhan dalam hitungan jam. Oleh karena itu, intelijen tidak bisa bekerja sendiri harus bersinergi dengan masyarakat dan memanfaatkan teknologi secara cerdas,” ujar Wadir dalam sambutannya.

Diskusi ini bertujuan untuk:

1. Memetakan tantangan keamanan terkini dan potensi gangguan kamtibmas berbasis digital di Banten;

2. Menyusun strategi bersama dalam memperkuat kemampuan deteksi dini dan analisis informasi;

3. Membangun jaringan kerja sama antara kepolisian, pemerintah, dan elemen masyarakat;

4. Menyesuaikan pola kerja intelijen dengan perkembangan teknologi tanpa mengorbankan hak privasi dan kebebasan berpendapat.

Poin Utama Pembahasan.

Dalam sesi diskusi, dipaparkan beberapa hal penting:

– Pemanfaatan Teknologi: Perlunya penguasaan alat analisis data, kecerdasan buatan, dan pemantauan media sosial untuk menangkap sinyal gangguan sejak dini, serta pelatihan berkelanjutan bagi personel intelijen;

– Sinergi Lintas Sektoral: Koordinasi dengan BSSN, Dinas Kominfo, perguruan tinggi, dan komunitas siber untuk menangani berita salah dan serangan siber secara terpadu;

– Peran Masyarakat: Mengajak masyarakat menjadi “mata dan telinga” yang kritis, melaporkan informasi mencurigakan tanpa menyebarkannya secara liar, serta memperkuat kewaspadaan di lingkungan masing-masing;

– Etika dan Hukum: Memastikan setiap kegiatan intelijen berjalan sesuai aturan perundang-undangan, menjaga kepercayaan publik, dan tidak menyalahgunakan data pribadi warga.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan dukungannya terhadap kegiatan ini: “Intelijen yang tangguh bukan hanya yang kuat secara teknis, melainkan yang dekat dan dipercaya masyarakat. Diskusi hari ini adalah langkah nyata menjadikan keamanan sebagai tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Rencana Tindak Lanjut.

Hasil dari diskusi ini akan dituangkan dalam rekomendasi strategis yang menjadi acuan kerja Ditintelkam Polda Banten selama tahun 2026–2027, antara lain:

– Menyusun modul pelatihan kapasitas intelijen berbasis digital bagi seluruh jajaran Polres dan Polsek se-Banten;

– Membentuk forum komunikasi rutin antara kepolisian dengan pemangku kepentingan;

– Meluncurkan program literasi keamanan digital ke sekolah, kampus, dan kelurahan;

– Mengoptimalkan saluran aduan resmi yang mudah diakses melalui aplikasi dan portal Polda Banten.

Kegiatan ini berharap dapat mewujudkan Provinsi Banten yang aman, damai, dan adaptif menghadapi perubahan zaman, demi mendukung percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

BID. HUMAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *