https://botvkalimayanews.com/indeks/

Penanganan Sungai Di DIY Disorot. Bencana Banjir Ancam Jogja

Pemda DIY Perlu Kordinasi Lintas Sektoral

DIY||BOTVKALIMAYANEWS.COM|| Setelah beberapa bulan terjadi kemarau panjang banyak wilayah mengalami kekeringan krn terbatasnya air.

Bencana kebakaran di semua wilayah sering terjadi tidak hanya Karhutla tetapi prilaku masyarakat perkotaan di Jogja yg selalu membakar sampah dan membuang di sembarang tempat.

Sampah tidak dikelola dengan benar, hanya di tumpuk dan bakar, saluran drainase perkotaan menjadi tempat sampah tersembunyi di sepanjang saluran jalan.

Dengan mulainya musim penghujan di wilayah Yogyakarta buangan air hujan dari utara Sleman mengalir ke dataran rendah kota Yogyakarta hingga ke wilayah Bantul.

Infrastruktur jalan yg dibangun dengan biaya mahal rusak hanya karena saluran drainase tidak dapat mengalir dengan baik, karena tumpukan sedimen dan sampah, akhirnya jalan berubah menjadi lintasan air dan menjadi luapan serta genangan yang membahayakan pengguna jalan dan mempercepat umur jalan.

Untuk di sepanjang aliran sungai antara lain :

1. Sungai Opak

2. Sungai Progo

3. Kali Code

4. Sungai Oyo

5. Sungai Winongo

6. Sungai Gajah Wong

7. Kali Krasak

8. Kali Bedog

9. Sungai Mudal

10. Selokan Mataram.

Beberap sungai tersebut berpotensi menjadi aliran lahar dingin Gunung Merapi.

Salah satu amatan di lapangan, kondisi Sungai Winongo di wilayah Bantul telah dilakukan berbagai upaya oleh UPTD Bantul untuk mengantisipasi tumpukan sampah akibat kiriman dari berbagai arah baik dari Sleman dan Kota Yogyakarta, bahkan prilaku masyarakat dengan membuang di sepanjang bantaran Sungai Winongo.

Sungai Winongo berada di Wilayah Bantul tetapi kewenangan dalam pemeliharaan wajib dilaksanakan oleh Balai Besar Serayu Opak BWWSO Kementerian PUPR.

Dengan kondisi hujan yg tdk dapat diprediksi saat ini apa upaya nyata dari Balai Besar, DLH, BPBD, Pemda Provinsi antar  wilayah dalam mengantisipasi musim penghujan ini.

UPTD Bantul tidak akan mampu melaksanakan dengan keterbatasan alat, tenaga bahkan anggaran yg sudah dipangkas.

Terkait kondisi ini, Taufik aktivitis pemerhati kebijakan publik mengingatkan, salah satu faktor penyebab banjir di wilayah Jogja baik di perkotaan maupun di sepanjang aliran sungai sering terjadi banjir.

Taufik mempertanyakan apa langkah-langkah teknis untuk atasi masalah tersebut, apakah harus menunggu ada korban, baik rumah roboh dibantaran sungai atau korban jiwa

Menurutnya, perlu dilakukan koordinasi dan kolaborasi di berbagi lintas sektoral atau Instansi teknis agar banjir dapat diantisipasi dengan baik dan efektif.

[REDAKSI]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *