https://botvkalimayanews.com/indeks/

Lanud SAT Lakukan Sosialisasi Pembangunan Pangkalan TNI AU Sultan Ageng Tirtayasa Serang

Serang [Banten] botvkalimayanews.com||Pangkalan Udara (Lanud) Gorda yang berada di Kelurahan Gembor, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang provinsi Banten kini telah berubah menjadi Pangkalan TNI AU Sultan Ageng Tirtayasa (Lanud SAT).

Sebagai Tipe Pangkalan Lanud Tipe C, kini Lanud SAT tengah berbenah untuk melengkapi berbagai fasilitas pendukungnya.

Komando Utama Kodau I/ Koopsudnas yang bermarkas di Lanud Halim Perdanakusuma melalui Danlanud SAT, Letkol Pom Mochamad Eka W., M.Han.  menggelar Sosialisasi pembangunan pangkalan TNI AU Sultan Ageng Tirtayasa pemerintahan kecamatan Binuang, kepala desa (Kades) Gembor Ilir, para tokoh Masyarakat dan wargadi Aula kantor Camat Binuang. Rabu, (19/08/2026).

Pada kesempatan itu, Kades Gembor Ilir, Hj. Saimah membenarkan soal SPPT yang ada pada masyarakat penggarap bukan merupakan kepemilikan, namun suatu bukti kalau masyarakat mempunyai tanah.

Menurutnya, tidak mempunyai tanah, itu tidak bakal mempunyai SPPT.

“Benar itu wajib terhutang, hanya untuk membayar pajak, tapi dari SPPT lah pemilik tanah ada. Kalau gak punya tanah tidak mungkin dong ada SPPT,” ujarnya

Namun Saimah tidak memungkiri, ada kesalahan.

“Kadang-kadang Sosmiop itu yang menggarap pajak yang dinamai, karena memang kadang-kadang ada pihak dari pajak pratama yang tidak meneliti nama-nama pemilik tanah,” bebernya.

Hj. Saimah minta, melalui sosialisasi ini agar semua bisa terlaksana dan selesai dengan musawarah, dengan lebih jernih.

“Saya sebagai Kepala Desa memohon ke bapak, berjalannya musyawarah ini dengan pemikiran tenang, dan kita bisa siasati apa yang bisa nanti kita alihkan untuk detasemen, perumahan, mess Lanud Gorda.” tutupnya.

Usai memaparkan sosialisasi pembangunan Lanud SAT dan membuka ruang diskusi kepada masyarakat terkait apa yang menjadi bahan masukan dari masyarakat, diantaranya adalah mengharapkan agar dapat segera diselesaikan dengan cepat dan menyeluruh.

Danlanud SAT, Letkol Pom Mochamad Eka W., M.Han mengungkapkan, sebagai Abdi Negara, yang bertugas melayani masyarakat, Danlanud menyampaikan, melalui moment awal yang bagus ini mengajak masyarakat untuk mengubah persepsi.

“Makanya tadi saya bilang, jangan anggap kita ini musuh. Saya ini abdi negara, sama seperti semua, sama seperti pak Kapolsek, Pak Camat, Danramil. Kita ini Abdi Negara yang tugasnya melayani Masyarakat. Masyarakat ini tuan saya. Kita semua, dan saya yang di depan ini, yakinlah, mau percaya siapa lagi, kita akan coba cari tahu apa yang jadi aspirasi,” ujarnya.

Dijelaskan pihaknya berkomunikasi dengan Kades, agar bisa menyampaikan hal ini kepada masyarakatnya, untuk mengumpulkan data-data penggarapnya, sehingga nanti yang sifatnya komunikasi Alamatnya jelas.

Hingga Sosialisasi usai, dialog yang berjalan aman, tertib dan kondusif belum ada kesepakatan dan keputusan, namun Lanud SAT telah menampung dan menerima aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Usai sosialisasi, ketika botv mewawancarai Danlanud SAT, Letkol Pom Mochamad Eka W., M.Han, terkait solusi dari dialog yang ada, Eka menjelaskan, soal solusi dirinya belum bisa memberikan secara pasti.

Namun pihaknya tetap berkomitmen untuk selalu berkomunikasi dengan masyarakat, menyampaikan apa yang menjadi aspirasi masyarakat dengan pemerintah daerah, sampai dengan pemerintah desa.

Hal ini menurutnya agar tidak memunculkan opini publik yang negatif. Sehingga masyarakat punya pemahaman yang utuh dan tidak gampang terprovokasi.

“Harapan kami, kita, TNI, Polri, masyarakat, pemerintah daerah bisa bersinergi membangun bangsa ini untuk menuju Indonesia yang berdaulat adil dan makmur,” jelasnya.

Dicecar bagaimana sikap TNI soal ketitir yang sempat di singgung warga dalam dialog, Eka menjelaskan kalau itu masih berproses, dan dirinya belum mengetahui sejarahnya seperti apa.

“Saya juga belum tau, itu masih proses, saya masih belajar, karena ya memang saya tidak tahu sejarahnya seperti apa, seperti apa dulunya. Saya belum tahu nih, oh ada masukan seperti ini nih, oh ada sejarah yang terpotong, oh dulu seperti ini sih prosesnya bagaimana,” pungkasnya.

Danlanud SAT, Letkol Pom Mochamad Eka W., M.Han menekankan perlunya komunikasi dan musyawarah, terpenting dirinya mengharapkan agar masyarakat jangan terprovokasi, pihaknya bersama Pemda dan masyarakat berkomitmen bersinergi, dan akan melakukan komunikasi.

Sosialisasi ini di hadiri Camat Binuang, Mamak Abror, SE, MM, Kasat intelkam polres serang AKP. Saeful Sani SE, Kasi Pengukuran pada BPN Kabupaten Serang, unsur Pimpinan Lanud SAT, Kades Gembor Udik, Arsad, Kades Gembor Ilir, Hj. Simah, Bhabinkamtibmas, Babinsa serta Kabid. Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik. Bakesbangpol Kabupaten Serang, Janjusi, S.Pd., M.Pd.

Kemudian, Kapolsek Carenang-Binuang AKP Desma Priyatna ,SH dan Danramil Carenang-Binuang Kapten Inf. Hariyanto, Sekretaris DPMD Kabupaten Serang Iman Saiman, Kasubid Penetapan dan perhitungan Bapenda kabupaten Serang Agung Sedayu.

Serta sejumlah tokoh masyarakat yang mewakili warga dari empat desa, yakni; Desa Warakas,Desa Cakung, Desa Gembor dan Desa Lamaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *