https://botvkalimayanews.com/indeks/
OPINI  

KEKALAHAN AS & ISRAEL AKAN MENGUBAH PETA KEKUATAN DUNIA

“Iran harus miskin dan lemah, jika kuat dan kaya akan berbahaya bagi niat busuk Israel dan AS”

Amerika dan Israel mungkin menyesali tindakannya yang arogan dan memulai penterangan ke Iran.

Netanyahu dan Trump tidak menyangka secuilpun kalau serangan meraka dapat dikalahkan dengan mudah oleh Iran.

Berapa banyak tentara AS mati untuk tujuan yang tidak jelas, hanya demi ambisi bisnis Trump semata, berapa banyak tentara dan rakyat Israel yang mati akibat kesombongan Netanyahu dan tujuan expansi wilayah yang illegal.

Negara mana yang akan tinggal diam jika pemimpinnya dibunuh ?

Kedua dajjal ini sangat kompak, saling memanfaatkan untuk menyerang negara lain tanpa sebab.

Keduanya merupakan pemimpin Yahudi zeonis yang jahat dan merupakan teroris sejati, berkarakter seperti iblis, menganggap nyawa lawannya seperti tidak berharga.

Bohong, tipu, menindas yang lemah, memeras negara yang lemah dengan dalih menjaga keamanan itulah sejatinya.

Tidak heran jika negara-negara NATO menolak terlibat perang dengan Iran.

Perang Israel-AS terhadap Iran tidak seharusnya terjadi, perang ini ditimbulkan akibat serangan Israel yang dibantu oleh Amerika.

Alasan klasik adalah masalah “pengayaan uranium” padahal yang sebenarnya “ingin menguasai minyak di kawasan Iran”.

Iran tidak boleh memperkaya uranium dan memiliki minyak, akan tetapi Amerika dan Israel boleh itulah dogmanya.

Iran harus miskin dan lemah, jika kuat dan kaya akan berbahaya bagi niat busuk Israel dan AS.

Itulah tujuan AS yang mengaku negara adi daya dan polisi dunia, jadi merasa boleh berbuat seenak perutnya, tentu ini tidak boleh di benarkan.

Dari tayangan video dari berbagai sumber baik di dalam dan luar negeri, tampaknya jaringan kekuatan AS di sekitar Teluk (negara-negara Arab), tampaknya sudah habis dilumpuhkan roket Iran.

Perang darat yang direncanakan AS belum kunjung terjadi, keburu habis dibabat Iran.

Israel yang pertama menyerang Iran, justru hancur lebur jadi sasaran hujan rudal Iran sebagai balasannya.

Penduduk Israel tidak bisa menyelamatkan diri, keluar dari negara tersebut, karena sudah tertutup pintu keluarnya.

Pemimpin Israel memang tidak punya otak waras, perang dengan Iran saja belum selesai, sudah menyerang Libanon.

Jadi posisi Israel dari Utara berhadapan dengan Libanon, dari Barat dengan Iran dan dari Selatan dengan Hamas-Palestina.

Selain itu suplai senjata dan pasukan dari NATO termasuk dari AS praktis terhenti, akibat gempuran rudal dari Iran yang tidak kenal berhenti dan penolakan NATO mterlibat dalam perang tersebut.

Kondisi beberapa kota besar di Israel saat ini hancur lebur seperti di Gaza, hampir setiap hari penduduknya hidup di bunker perlindungan.

Pasukan AS dan Israel menemukan musuh yang lebih kuat secara mental & spiritual, persediaan amunisi serta kecanggihan peralatan perangnya.

Iran 47 tahun yang lalu berbeda dengan Iran saat ini. Dukungan rakyat Iran pada pemimpin negerinya melawan imperialis AS dan Israel sangat besar, sangat berbeda dengan dukungan rakyat AS & Israel terhadap pemimpinnya..

Gencatan senjata yang dimaknai sebagai kemenangan AS, gagal total. Iran masih kuat dan siap bertempur untuk 6 bulan kedepan.

Walaupun ada perwira tinggi dan anggota pasukan Iran yang dapat direkrut sebagai agen intelijen oleh Israel & AS, nyatanya info tentang kekuatan Iran tidak terditeksi oleh Israel ataupun AS. CIA dan Mosaad tertipu oleh Iran.

BAIS & BIN barangkali  bisa belajar dari kasus ini, nama besar tidak menjamin kekuatan, “bagaimana cara mengekesekusi pengkhianat bangsa dengan benar” Strategi AS memblokade Selat Hormuz yang dianggap urat nadi ekonomi khususnya minyak dunia, justru membantu Iran, sampai akhirnya opini dunia menyalahkan AS.

Kapal induk dan kapal perang lainnya milik AS yang dikirim mendekat perairan selat Hormuz di Iran ternyata tidak berdaya, semuanya kembali menjauh dengan kerugian materil yang tidak kecil dan moral semangat tempur pasukan yang terus mengendor.

Semangat tempur pasukan AS semakin jatuh manakala pasukan kapal laut dan marinirnya dapat diusir dan dihancurkan pasukan IRGC Iran.

Iran memang cerdas, menang dengan rendah hati, menghancurkan kemampuan perang 2 negara teroris & imperialis sebenarnya.

Iran patut mendapat kehormatan untuk ini.

Dampak kekalahan AS & Israel jelas akan mengubah peta kekuatan dunia, Palestina Merdeka secara utuh, Israel semakin kecil wilayahnya atau punah, AS kehilangan pengaruhnya di Arab, Pangkalan militer AS di Timur Tengah mungkin akan hilang beserta kontribusi negara-negara Arab.

Hal ini mungkin akan terjadi juga di negara NATO lainnya. Seperti pangkalan militer AS di Eropa seperti Inggris dan Jerman, di Asia seperti Jepang dan Korea Selatan sudah tidak diperlukan lagi.

AS dianggap kuat karena memiliki bom nuklir, tetapi negara kuat lainnya seperti Rusia, China juga memilikinya.

Jika AS menggunakan bom nuklir, AS akan hancur juga akan menerima bom nuklir dari negara lainnya.

Jadi keseimbangan kekuatan masih terjaga, akan tetapi keputusanh menggunakan bom nuklir ini sangat tergantung pada karakter sang pemimpin. Jika ada pemimpin negara memiliki karakter oportunis seperti D Trump yang emosional, bodoh, tidak punya malu, pembohong  serta tidak memiliki pertimbangan jangka panjang, sangat mungkin terjadi perang bom nuklir, tapi bukan perang dunia.

Negara yang terlibat perang akan hancur lebur semuanya.

Keuangan AS, akan rontok dan menipis, hutang semakin tinggim ujungnya akan menindas negara kaya dan lemah untuk diperasnya.

Masalah paling penting buat AS adalah akibat kebijakan Trump akan kehilangan kecercayaan di kalangan negara-negara anggota NATO dan negara-negara sahabat AS lainnya.

Fakta memperlihatkan bahwa AS tidak memiliki kemampuan untuk melindungi negara lain, tetapi kontribusinya tetap diminta.

Dampak lainnya adalah mimpi indah Donald Trump & Jared menantunya ingin memiliki lahan bisnis di Gaza dengan modal pembangunan dari seluruh anggota BoP sangat mungkin gagal. 

Para pemimpin negara  Islam sunni akan bersatu dengan Islam shiah Iran. Libanon, Yaman.

Mesir, Pakistan, Yordania, Syiria, UEA, Qatar, Arab Saudi tidak mau lagi dijadikan boneka Amerika, semua negara Arab akan bersatu dan Merdeka seutuhnya.

Kegaduhan di Iran ini akan berhenti jika duet penjahat & teroris dunia ini yakni  Donald Trump & B.Netanyahu ini tidak lagi menjadi presiden atau perdana Menteri dan dilanjutnya tinggal masuk penjara.

Dengan demikian diharapkan terpilih presiden dan perdana menteri baru yang lebih baik dan merupakan pemimpin cinta perdamaian.

Bandung, 2 April 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *