https://botvkalimayanews.com/indeks/

Proyek RJIT Lebakwangi Disorot: IWO Indonesia Desak Audit

Jangan Biarkan Uang Rakyat Berujung pada Pekerjaan Asal Jadi

Serang [Banten] botvkalimayanews.com||Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang, yang pada papan informasi mencantumkan anggaran Rp100 juta, menuai sorotan serius dari DPD IWO Indonesia Kabupaten Serang.

Kondisi fisik pekerjaan di lapangan dinilai menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas material, metode pelaksanaan, serta kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi yang ditetapkan.

Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Serang, Suprani, menegaskan bahwa setiap proyek yang menggunakan uang negara wajib menghasilkan pekerjaan yang layak, bukan sekadar mengejar penyelesaian fisik dan pencairan anggaran.

“Kami mempertanyakan, bukan menuduh. Tetapi ketika kondisi pekerjaan di lapangan menunjukkan adanya hal yang patut diperiksa, pemerintah dan pelaksana harus mampu memberikan penjelasan secara terbuka dan terukur,” tegas Suprani. Selasa (18/08/26).

Lebih lanjut menurut Suprani, pembangunan jaringan irigasi memiliki fungsi strategis bagi petani.

Jika konstruksi tidak dikerjakan dengan standar yang semestinya, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas bangunan, tetapi juga keberlanjutan manfaat program bagi masyarakat.

Karena itu, ukuran keberhasilan proyek tidak boleh berhenti pada laporan administrasi, melainkan harus dibuktikan melalui kualitas dan fungsi pekerjaan di lapangan.

DPD IWO Indonesia Kabupaten Serang secara tegas mendorong APIP dan Inspektorat Kabupaten Serang turun melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Audit harus mencakup dokumen perencanaan, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, penggunaan material, proses pelaksanaan, hingga hasil akhir konstruksi.

“Kalau semuanya sudah sesuai, tunjukkan hasil pemeriksaannya kepada publik. Tetapi jika ditemukan ketidaksesuaian, jangan ditutup-tutupi dan harus segera dilakukan tindakan sesuai aturan.”

Transparansi menjadi penting agar tidak muncul ruang spekulasi sekaligus memastikan pengelolaan anggaran daerah berjalan dengan prinsip akuntabilitas. ucap Suprani

IWO Indonesia juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak membiarkan proyek pembangunan berubah menjadi sekadar ritual penyerapan anggaran.

Infrastruktur pertanian harus memberikan manfaat nyata, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.

Pengawasan harus dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pekerjaan selesai, bukan baru bergerak setelah muncul keluhan atau sorotan publik.

Pekerjaan yang buruk tidak boleh dianggap biasa, sementara uang negara tidak boleh diperlakukan seolah-olah tanpa pemilik.

Suprani menegaskan DPD IWO Indonesia Kabupaten Serang akan mengawal persoalan tersebut secara kritis, independen, berimbang, dan berbasis fakta dengan tetap memberikan ruang klarifikasi kepada pihak pelaksana maupun instansi terkait.

“Pers bukan jaksa, bukan hakim, tetapi pers memiliki kewajiban mengawasi kepentingan publik.

Kami ingin memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar kembali menjadi manfaat bagi rakyat.

Jika proyeknya baik, kami apresiasi. Jika ada persoalan, kami dorong untuk diperbaiki dan dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

Ketua DPD IWO Indonesia menambahkan, publik kini menunggu langkah konkret pemerintah dan aparat pengawasan untuk memastikan proyek RJIT Lebakwangi benar-benar memenuhi standar kualitas dan memberikan manfaat sebagaimana tujuan programnya, imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *