https://botvkalimayanews.com/indeks/
Budaya  

Kesenian Bedug Ramapag Meriahkan Pernikahan di Pandeglang

Pandeglang [Banten]botvkalimayanews.com|| Suasana meriah dan penuh kearifan lokal terasa dalam sebuah acara pernikahan di Desa Mauk, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Dalam momen bahagia tersebut, pernikahan Rohmah berlangsung semakin semarak dengan hadirnya pertunjukan kesenian tradisional Bedug Ramapag.

Kesenian yang dibawakan oleh Sanggar Seni Kampung Soreang, “Srikandi Adu Bedug”, di bawah pimpinan Bapak Yayan ini sukses menghibur para tamu undangan.

Penampilan mereka menghadirkan dentuman bedug yang kompak dengan irama khas yang energik, sehingga mampu menghidupkan suasana acara.

Bedug Ramapag sendiri merupakan salah satu warisan budaya yang hingga kini masih kental dan terus dilestarikan oleh masyarakat Pandeglang.

Dalam pertunjukannya, para pemain menampilkan adu keterampilan menabuh bedug yang penuh semangat dan kekompakan.

Pimpinan sanggar, Yayan, mengatakan bahwa kesenian ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat.

“Kami terus berupaya menjaga dan melestarikan Bedug Ramapag agar tetap dikenal oleh generasi muda,” ujarnya.

Penampilan Sanggar Srikandi Adu Bedug pun berhasil memukau para tamu.

Dentuman bedug yang berpadu dengan kekompakan para pemain menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus menunjukkan kekayaan budaya lokal yang masih terjaga hingga saat ini.

Salah satu warga yang hadir mengaku bangga melihat kesenian tradisional tetap ditampilkan dalam acara pernikahan.

“Selain menghibur, ini juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga budaya daerah,” ungkapnya.

Menurut warga setempat, Bedug Ramapag bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan identitas budaya masyarakat Pandeglang.

Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan hingga kini masih sangat digemari oleh berbagai kalangan.

Dengan adanya pertunjukan seperti ini, diharapkan kesenian Bedug Ramapag tetap lestari dan semakin dikenal luas.

Selain menjadi hiburan, kehadirannya juga mempererat kebersamaan masyarakat dalam setiap momen penting, termasuk dalam acara pernikahan.

Acara pernikahan Rohmah di Desa Mauk tersebut tidak hanya menjadi momen sakral dan bahagia bagi keluarga, tetapi juga menjadi ajang pelestarian budaya lokal yang terus hidup di tengah masyarakat. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *