‘Pemkot Serang Jangan Cuma Sibuk Promosi’
Serang [Banten] botvkalimayanews.com|| Rencana Pemerintah Kota Serang menjadikan kawasan Gunung Gedor di Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan, sebagai destinasi sport tourism dengan daya tarik utama olahraga udara paralayang dan paramotor, justru berhadapan dengan masalah lingkungan yang nyata dan mendesak.
Dalam rilis yang diterima media ini, menyebutkan, di saat satu pihak berupaya mengangkat potensi wisata, warga dan pengamat lingkungan yang juga pengurus Forum Jurnalis Banten menyoroti aliran limbah cair lindi yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong yang kini merembes hingga mengairi sawah dan perkebunan di sepanjang wilayah Cibendung.
Foto yang diambil pada Rabu, 19 Agustus 2026, memperlihatkan perairan di sekitar kawasan berwarna gelap pekat, berbusa, dan mengeluarkan bau tak sedap tanda nyata limbah lindi telah mencemari lingkungan hidup warga.
Aliran ini tidak hanya membasahi saluran irigasi pertanian, tetapi juga meresap ke tanah dan sumber air yang digunakan warga sehari-hari.
Pengamat lingkungan dari FORUM JURNALIS Banten menegaskan, kondisi ini bukan sekadar masalah keindahan semata, melainkan ancaman serius yang telah masuk ke ruang hidup warga.
Limbah lindi merupakan cairan hasil peruraian sampah yang mengandung zat organik, amonia, bakteri patogen, serta logam berat yang berpotensi berbahaya bagi ekosistem, tanaman pertanian, dan kesehatan manusia.
Jika dibiarkan terus, bukan hanya hasil panen yang menurun atau gagal, melainkan residu beracun juga dapat masuk ke dalam rantai makanan.
Wacana menjadikan Gunung Gedor sebagai ikon wisata sekaligus pusat pelatihan olahraga udara tentu patut didukung.
Namun bagaimana mungkin wisatawan akan tertarik berkunjung ke kawasan yang dikelilingi aliran air berwarna hitam, berbau menyengat, dan menimbulkan kekhawatiran kesehatan? Alih-alih mendongkrak perekonomian, hal ini justru akan menjadi masalah baru yang meruntuhkan citra kawasan tersebut sejak awal.
FORUM Jurnalis Banten juga menyoroti ketidaktegasan penanganan pihak berwenang: Ketiadaan penanganan serius dan tegas dari Pemkot Serang terhadap pencemaran ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah pembangunan hanya berfokus pada promosi dan atraksi, sementara perlindungan lingkungan dan keselamatan warga dianggap hal sekunder?
Pengembangan wisata tidak boleh berjalan sebaliknya, menghargai keindahan di satu sisi, namun membiarkan kerusakan lingkungan terjadi di sisi lain.
Warga berharap Pemerintah Kota Serang tidak hanya sibuk mempromosikan rencana wisata, tetapi segera turun tangan menelusuri sumber aliran limbah, menghentikan pencemaran, serta melakukan penanganan dan pemulihan lingkungan secara menyeluruh.
Sebelum masalah limbah lindi terselesaikan dengan tuntas, impian Gunung Gedor menjadi destinasi wisata andalan hanya akan tetap menjadi wacana yang rapuh.
Lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas pencemaran adalah syarat mutlak bukan sekadar pelengkap bagi setiap kawasan wisata yang ingin maju dan berkelanjutan. [redaksi]








