https://botvkalimayanews.com/indeks/

Akses Pendidikan dan Ekonomi Terancam, Jembatan Penghubung Serang–Tangerang Rawan

Serang [Banten] botvkalimayanews.com||Kondisi jembatan penghubung antara Desa Carenang Udik Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang dan Desa Jayanti Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang kian mengkhawatirkan.

Akibat hantaman banjir dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu, struktur jembatan dilaporkan mulai tidak stabil, mengalami pergeseran tanah, serta dipenuhi retakan yang menjalar di beberapa bagian utama.

Pantauan awak media, permukaan aspal jembatan tampak terbelah dengan celah retakan yang cukup dalam dan lebar sehingga dikahwatirkan rawan terjadi sesuatu yang membahayakan.

Kerikil serta material fondasi yang mulai hancur di sekitar area retakan menjadi bukti nyata bahwa pergeseran tanah di bawah struktur jembatan terus bergerak aktif dan membahayakan keselamatan pelintas.

Jembatan yang menjadi urat nadi mobilitas warga ini kini berubah menjadi jalur yang menghawatirkan. Saban hari, ratusan warga dan Kendaraan yang  melintasi jembata yang kondisinya kian bergoyang dan bergeser dari posisi semula.

Kekhawatiran mendalam dirasakan oleh salah satu wali murid, Muhammad Nur. Ia mengaku didera rasa cemas setiap kali harus melintasi jembatan tersebut demi mengantarkan anaknya menimba ilmu di Pondok Pesantren Daarul Falah, Carenang Udik.

“Setiap kali lewat sini, rasanya was-was sekali. Jembatan sudah kelihatan retak-retak dan posisinya bergeser karena tanah di bawahnya longsor setelah banjir kemarin.

Ini akses utama saya Menjenguk anak saya yang sedang menimba ilmu di  Pesantren Daarul Falah. Kalau tidak lewat sini, harus memutar jauh,” ungkap M. Nur dengan nada.khawatir.

Bagi warga sekitar, jembatan ini bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan jalur vital yang menghubungkan masa depan anak-anak mereka dengan pusat pendidikan Islam, sekaligus penggerak roda ekonomi antar-kecamatan.

Jika jembatan ini sampai terputus total, dampaknya akan sangat melumpuhkan aktivitas sehari-hari warga.

Melihat kondisi yang kian darurat, warga setempat mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait untuk tidak menutup mata.

Mereka berharap ada tindakan nyata yang cepat dan tepat, bukan sekadar janji atau peninjauan tanpa realisasi.

Perbaikan struktural, penguatan fondasi penahan longsor, serta renovasi total jembatan sangat dibutuhkan secepatnya sebelum menelan korban jiwa.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jembatan penghubung ini demi menjamin keselamatan dan kelancaran akses pendidikan generasi muda, dan para pengendara roda dua maupun roda empat. [Red04]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *