Jakarta||botvkalimayanews.com||Selain menyoroti pengadaan motor listrik, Mahfud MD juga mengomentari pemborosan lain yang dilakukan Badan Gizi Nasional seperti pengadaan komputer yang mencapai Rp3,1 triliun.
Kendati demikian, Menteri Pertahanan era Presiden Abdurrahman Wahid ini menilai bahwa program Makan Bergizi Gratis tetap disenangi oleh rakyat.
Dikutip dari laman repelita.net menyebutkan, hal itu dilihatnya saat mengunjungi beberapa daerah dan mendapati sambutan positif dari masyarakat.
“Bahwa itu rakyat senang dan harus diteruskan, kita dukung meskipun itu untuk keperluan dukungan Pilpres kalau Pak Prabowo mau ikut lagi.
Kita tidak apa-apa, memang haknya orang yang menang untuk membuat program yang disenangi,” pungkas Mahfud.
Kepala BGN Dadan Hindayana sebelumnya membantah soal pengadaan kaus kaki dengan jumlah fantastis yang telah menjadi sorotan publik.
Ia menyebut bahwa BGN tidak melakukan pengadaan kaus kaki secara langsung.
Dadan menjelaskan bahwa kaus kaki merupakan bagian dari perlengkapan yang diberikan saat pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia.
“Untuk kaos kaki, itu bukan pengadaan di BGN.
Itu diberikan saat pendidikan SPPI sebagai bagian dari perlengkapan peserta yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan,” ujar Dadan di Jakarta pada Senin, (13/04)2026).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelaksanaan pendidikan SPPI dilakukan di Universitas Pertahanan dengan menggunakan anggaran dari BGN yang dikelola melalui mekanisme swakelola tipe 2.
Dalam skema ini, pelaksanaan kegiatan termasuk pengadaan perlengkapan dilakukan oleh pihak Universitas Pertahanan.
“Jadi perlu dipahami bahwa pengadaan tersebut bukan dilakukan langsung oleh BGN, melainkan oleh Unhan dalam rangka pelaksanaan pendidikan SPPI,” pungkas Dadan. [Red]







